Materi Presentasi Diskusi Mingguan IC (Untuk hari Kamis, 24 Juni 2010)

Posted Posted by Iskandar centre in Comments 1 komentar

CARA MENGOPTIMALKAN Windows XP

Seperti yang telah kita kenal selama ini software xp merupakan software yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat kita pada umunya. Tapi dari sekian banyak dari mereka hanya dapat memanfaatkan software itu tanpa mau tau cara untuk mengoptimalkan kinerja dari software tersebut.Berikut ini adalah langkah-langkah ataupun tahap-tahap untuk mengoptimalkan software xp pada komputer kita melalui 3 tahapan seperti :System Properties, System Configuration, Registry.

1.SYSTEM PROPERTIES
SYSTEM PROPERTIES ADALAH RUANG INFORMASI NAMA DAN PEMILIK
A.>KLIK KANAN PADA MY COMPUTER LALU KITA PILIH PROPERTIES
B.>KLIK MENU SYSTEM RESTORE DAN PASTIKAN SYSTEM TURN OFF SYSTEM RESTORE ON ALL
DRIVES ANDA TERCHECKLIST, BILA BELUM CHECKLISTLAH KOTAK ITU. KARENA SANGAT
BERGUNA UNTUK MENGHALAU PERKEMBANGBIAKAN VIRUS.
C.>KEMUDIAN KLIK ADVANCE DAN DIMANA TERDAPAT DIDALAM ITU 3 BUAH SETTING:

o) PILIH SETINGAN PERTAMA DAN CARILAH PILIHAN YANG BERTULISAN ADJUST FOR BEST
PERFORMANCE LALU KLIKLAH APPLY.TUNGGULAH BEBERAPA SAAT HINGGA TAMPILAN
BERUBAH JADI KLASIK.TAMPILAN MASIH TETAP BISA KITA UBAH-UBAH SESUAI
KEINGINAN.
- - KLIK ADVANCE DAN CARILAH CHANGE UNTUK MERUBAH VIRTUAL MEMORY.
KEMUDIAN CARILAH CUSTOM SIZE DAN ISIKAN DENGAN ANGKA MINIMAL 2 KALI
JUMLAH RAM YANG KITA GUNAKAN / PASANG.LALU KLIK OK SAMPAI KEMBALI KE
PROPERTIES AWAL.
o)SEKARANG KITA LEWATI SAJA SETINGAN KEDUA...KITA LANGSUNG SAJA KESTINGAN
KETIGA.DIMANA DIDALM ITU TERDAPAT 2 BUAH KOLOM YANG BERISIKAN ANGKA 30
KEMUDIAN RUBAHLAH ANGKA-ANGKA TERSEBUT MENJADI ANGKA 3.
LALU HILANGKANLAH CHECKLIST PADA AUTOMATIC RESTART.
KEMUDIAN KLIK OK SETALH SELESAI MERUBAHNYA. LALU KLIK OK LAGI UNTUK
MENUTUP SYSTEM PROPERTIES.

2.> SYSTEM CONFIGURATION
o) DENGAN CARA KLIK START LALU CARI RUN DAN TULISKAN MSCONFIG PADA RUN TERSEBUT
LALU TEKAN OK ATAUPUN ENTER.
o) DIDALAM SYSTEM CONFIGURATION UTILITIES PALING UJUNG TERDAPAT MENU STARTUP.
LALU DISANA TERDAPAT BANYAK NAMA YANG TERCHECKLIST.DAN KITA PILIH PROGRAM2
YANG AKAN KITA HILANGKAN PROSESNYA SAAT KITA MEMULAI WINDOWS BARU TAMPIL.
-- LANGKAHNYA DENGAN CARA BUANG CHECKLIST TERSEBUT YANG TIDAK PERLU PADA
WAKTU STARUP.LALU KLIK OK UNTUK MENUTUP SYSTEM CONFIGURATION DAN KLIK
RESTART KEMUDIAN SETELAH SELESAI.
-- SETELAH SELESAI DIRESTART MAKA SAAT MULAI MASUK KEMBALI KEDALAM WINDOWS
AKAN MUNCUL TULISAN BERBAHASA INGGRIS.LALU ANDA CHECKLIST DONT SHOW THIS
MESSAGE SAMPAI SETERUSNYA KEMUDIAN KLIK OK.MAKA SAAT ANDA MULAI STATRUP
KEMBALI NANTI KOTAK DIALOG TERSEBUT SUDAH TIDAK ADA LAGI.

3.> REGISTRY
REGISTRY ADALAH RUANG KELUAR MASUKNYA PROGRAM YANG TERINSTALL.

o) KLIK START PILIH RUN DAN TULISLAH REGEDIT LALU TEKAN ENTER.
o) KLIK TANDA (+) PADA HKEY_CURRENT_USER.LALU KLIK TANDA (+) PADA CONTROL PANEL.
LALU KLIK TANDA (+) PADA DESKTOP.
o) KLIK 2KALI PADA FOLDER DESKTOP DAN CARILAH TULISAN MENUSHOWDELAY LALU
GANTILAH ANGKA DIDALAM MENUSHOWDELAY TERSEBUT DENGAN MENGKLIK TULISAN
TERSEBUT 2 KALI DAN GANTI NILAI 400 MENJADI 0.
o) CARILAH DIDESKTOP YANG TADI DIRECTORY WINDOWS METRICS.LALU CARILAH TULISAN
MINAMINATE DAN RUBAHLAH NILAI 0 MENJADI 1 LALU KLIK OK.

LALU RESTARTLAH KOMPUTER ANDA DAN LIHATLAH PEUBAHAN YANG TELAH ANDA LAKUKAN.
SEMOGA BERHASIL....

-FARDIAN-

Orkestra

Posted Posted by Iskandar centre in Comments 0 komentar


Di sudut ruang yang tidak begitu terang. Agak redup. Sekelompok orang memainkan alunan musik dalam sebuah orkestra. Komposisi nada-nada menimbulkan harmoni suara nan indah.

Orkestra! aku menyukainya.

Setiap suara yang terdengar menimbulkan imaji tersendiri. Kadang sendu sampai menimbulkan pilu. Lain waktu, terasa bahagia luar biasa. Hati diajaknya berjingkrak. Hati diajaknya menyelami nuansa perasaan.

Setiap pukul 19.15 wib, aku selalu setia duduk mendengarkan alunan orkestra di sebuah gedung yang tak lagi remaja. Hanya untuk mendengarkan nya dan dibiarkan terbawa ke dalam relung-relung sensasinya. Entah mengapa? aku biarkan diri ini mengikuti setiap nada-nada yang dimainkan oleh para musisi. Kuping ini kupasrahkan untuk mendengarkannya.

Kadang, aku menutup mata untuk masuk menyelami setiap lekuk-lekuk nada. Sesekali ku hirup nafas dalam-dalam, seakan-akan nada-nada orkestra masuk bersama udara yang kuhirup dan mengalir terus ke dalam rongga. Otak ini seketika pun bereaksi. Membawa alam pikiranku pada sebuah cerita. Kadang tentang kamu. Tentang kamu yang telah pergi jauh. Tentang dinding rumah mu yang menjadi saksi bisu perjalanan kita. Tentang tiga buah patung bebek di ruang tamu mu.

Orkestra. Aku mendengarkan mu. Juga membutuhkan mu untuk sejenak bermain dengan perasaan. Walaupun terkadang rasa pilu.

Orkestra gedung tua selalu menimbulkan cerita.

-Aditya Nugraha Iskandar-

Jatuhnya Sang Tiran

Posted Posted by Iskandar centre in Comments 0 komentar


Totaliter mati oleh dialetika
Tersungkur bedil sang Idealis
Tunggang langgang mencari uluran tangan

Arus deras manifestasi kekuasaan
Hanyalah sebuah utopis kaum elite

Sementara sang proletar terus berontak!
Sadar akan penghisapan!
Mereka bersatu dalam sebuah movement
Bersama separatis
Berduyun-duyun penuh emosi!

Kembali sang Tiran bingung.

Aditya, Jakarta 26 Maret 2010
Sekjen Iskandar Centre

Jadwal Pemutaran Film IC Periode 3

Posted Posted by Iskandar centre in Comments 0 komentar


Sinopsis:
Film ini berkisah tentang empat keluarga Indonesia yang menjadi korban tragedi 1965 - 1966.
Keluarga Lanny di Jawa Tengah, keluarga Budi di Yogyakarta, Degung dan Kereta di Bali.

Alex, ayah Lanny adalah seorang tokoh Baperki. Penangkapan dan kematian Alex telah mengubah kehidupan Lanny sekeluarga. Ibu Lanny mendidik anak-anaknya dengan keras.
Lanny ditolak masuk Fak Kedokteran UGM karena Ibunya tidak memiliki cukup uang sejumlah yang diminta UGM.

Budi mengalami trauma dan dendam akan apa yang dialami Kris, kakaknya. yang menerima stigma sebagai anak PKI. Budi seperti hidup di dua dunia, hitam dan putih, dendan dan bersabar. "40 Years of Silence" mengikuti perkembangan kejiwaan Budi selama beberapa.

Orang tua Degung adalah tokoh penting pendukung Soekarno. Mereka menjadi korban tragedi tersebut pada saat Degung masih berumur lima tahun.Degung kecil juga menyaksikan pembunuhan seorang Mantrinya yang baik hati.Degung dibesarkan oleh pekerja seks komersial. Saat ini Degung masuk dalam dunia intelektual dan kebudayaan.

Kereta menyaksikan pembunuhan-pembunuhan terhadap orangtua dan keluarganya.
Kereta mengalami trauma yang berat. Saat ini Kereta hidup dengan roh-roh yang merasuki dirinya.

Rob Lemelson memberikan diagnosa Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) terhadap keempat keluarga tersebut. Peristiwa politik memberikan peran terbesar dalam trauma jutaan orang Indonesia. Tiga Sejawan, Romo Baskara T Wardaya, John Roosa dan Geoffrey Robinson, menerangkan temuan-temuan dalam penelitian mereka mengenai tragedy tersebut.

Pembunuhan massal th 1965/1966 belum dikenal luas di Indonesia. Diperkirakan 500,000 sampai satu juta orang telah dibunuh pada pertengahan oktober 1965 sampai April 1966. Ratusan ribu lainnya ditahan dan dikirimkan ke kamp selama bertahun-tahun, tanpa proses pengadilan. Puluhan ribu meninggal di dalam kamp-kamp penahanan. Peristiwa ini adalah salah satu kejahatan kemanusiaan yang belum terungkap di Indonesia.


Sinopsis :
Di Setting pada masa Perang Dunia II, sebuah cerita yang dilihat melalui mata polos seorang Bruno, anak delapan tahun dari seorang komandan kamp konsentrasi, yang mengadakan persahabatan dengan anak Yahudi dan harus menerima konsekuensi yang tak terduga.
Ralf seorang perwira SS dan istrinya Elsa memiliki dua orang anak, Gretel dan, Bruno. Mereka sekeluarga harus pindah ke daerah pedesaan ketika Ralf dipromosikan sebagai Obersturmbannführer (kepala kamp konsentrasi). Bruno awalnya tidak menyukai rumah barunya, juga tidak ada anak lain untuk bermain dengannya, dan juga terpisah dari kakaknya. Dari jendela kamar tidurnya, Bruno dapat melihat sebuah pagar kawat berduri dengan orang-orang dengan "piyama bergaris-garis" di belakangnya. Awalnya dia berpikir itu adalah ladang pertanian, tetapi ternyata itu adalah kamp orang-orang Yahudi. Bruno dilarang pergi ke sana, karena menurut Ralf, "mereka tidak benar-benar orang"; ralf katakan mereka aneh, seperti yang ditunjukkan oleh pakaian mereka
Bruno pergi ke sana diam-diam, dan berteman dengan seorang anak laki-laki Yahudi, bernama Shmuel, yang dia temui di pagar.. Shmuel mengatakan bahwa ia adalah seorang Yahudi dan bahwa orang-orang Yahudi telah dipenjarakan di sini oleh tentara, yang juga mengambil pakaian mereka dan memberi mereka pakaian bergaris garis, dan shmuel juga mengatakan bahwa ia lapar. Bruno bingung dan mulai memiliki keraguan tentang ayahnya adalah orang yang baik. Kemudian, dia lega setelah melihat film propaganda tentang kamp (yang merupakan parodi Theresienstadt). Bruno sering kembali ke kamp dan membawa makanan Shmuel dan memainkan draft dengan shmuel melalui pagar.
Cukup lama shmuel dan bruno bersahabat karib, sampai pada suatu hari ada kejadian tak terduga yang menimpa mereka.


Sinopsis :
Dipenjara dalam waktu lama tidak selalu membuat narapidana menjadi putus asa. Dalam penjara pun bisa terbina sebuah persahabatan antara narapidana yang cukup mengharukan seperti yang disajikan dalam film drama besutan Frank Darabont pada tahun 1994 yang bertajuk The Shawshank Redemption.

Diadaptasi dari sebuah cerita pendek karya pengarang beken Stephen King, kisahnya yang berlatar pada tahun 1947 di Maine, Amerika Serikat ini dimulai dengan seorang bankir muda yang kariernya sedang menanjak, Andy Dufresne dijatuhi hukuman penjara seumur hidup lantaran bukti-bukti yang ada menunjukkannya adalah pembunuh istrinya dan juga pria selingkuhan istrinya itu, padahal sebenarnya ia bukan pelakunya. Andy kemudian dikirim ke sebuah penjara bernama Shawshank Prison yang dipimpin oleh Sipir Samuel Norton.

Di sana, Andy pada mulanya sangat terisolasi dan kesepian, namun ia lalu menyadari bahwa dalam hatinya masih tersimpan sepercik harapan. Ia kemudian bersahabat dengan Red, narapidana seumur hidup lain yang bisa mengatur apa saja di penjara tersebut. Red yang membantu Andy bisa bertahan di penjara yang sangat keras itu. Tidak hanya itu, berkat kemampuan finansialnya itulah Andy mendapatkan teman dari kalangan penjaga penjara, Hadley lantaran membantu Hadley meminimalisasi pembayaran pajak secara legal.

Tidak lama kemudian penjaga penjara lain baik dari Shawshank Prison maupun beberapa penjara terdekat meminta advis keuangan dari Andy. Sehingga Andy pun diberikan ruang terpisah untuk mengerjakan keuangan para penjaga di balik topeng mengelola sebuah perpustakaan bersama salah satu narapidana tua. Sipir Norton yang akhirnya mengetahui perbuatan Andy, pun meminta Andy agar melakukan pencucian uang baginya. Tetapi Andy tetap punya impian sendiri yang dirahasiakan dari siapapun kecuali Red.

Seperti apa impian rahasia Andy itu yang hanya diberitahukan kepada Red? Akankah Andy tidak pernah keluar dari penjara tersebut.

Koalisi visioner dan oposisi demokratik

Posted Posted by Iskandar centre in Comments 0 komentar

Fenomena skandal bail out bank century telah menguras energi bangsa pada akhir-akhir yang lalu, terutama energi politik. Secara mutlak skandal bank century akan menjadi sejarah dalam proses pendewasaan demokrasi di negara ini. Akhir-akhir ini kita juga dimaraki oleh berita dana aspirasi yang menjadi perdebatan di kalangan elite-elite politik. Program dana aspirasi untuk para wakil rakyat (anggota DPR) yang diusung oleh partai Golkar, ternyata menimbulkan pro dan kontra, bahkan di dalam tubuh koalisi atau Setgab (sekretariat gabungan). Peristiwa-peristiwa tersebut tentu sangat menarik untuk dikaji dalam kerangka negara demokrasi. Demokrasi sebagai sistem kenegaraan yang dipilih setelah reformasi 1998 kini memasuki tahap konsolidasi demokrasi, yaitu tahap dimana setiap elemen-elemen melakukan perannya dalam memperkuat demokrasi. Konsolidasi demokrasi, pada hakekatnya berusaha mematangkan demokrasi agar mencapai tujuannya yaitu : melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial (demokrasi substansial).

Demokrasi substansial amat sangat diperlukan, agar wajah demokrasi yang hadir dipermukaan tidak hanya berupa bentrokan antar kelompok, sirkulasi kekuasaan, aksentuansi kekuasaan dan karnaval pemilu. Ketika demokrasi hanya bersifat prosedural-artifisial, maka demokrasi akan dihakimi sebagai biang kerok semua kekacauan politik dan menjadi alasan pembenar kaum anti-demokrasi fundamental, untuk menciptakan rezim tangan besi kembali.

Proses politik skandal bank century telah selesai dalam mekanisme paripurna legislative. Mekanisme yang akhirnya dimenangkan oleh kelompok pendukung opsi C, yaitu opsi yang menganggap proses bailout century sebagai kebijakan yang salah dan terdapat tindak pidana. Proses politik skandal bank century juga meninggalkan sebuah dinamika politik, yaitu : berbeloknya fraksi-fraksi pendukung pemerintah (koalisi). Fraksi-fraksi tersebut adalah fraksi PKS, fraksi golkar, fraksi ppp, dan seorang anggota fraksi kebangkitan bangsa, Lily Wahid. Hal ini tentu menjadi perdebatan terhadap masa depan koalisi, apakah bertahan atau bercerai? Kubu penguasa yang diwakili oleh partai demokrat bereaksi atas pembelotan beberapa anggota koalisi. Politikus-politikus partai demokrat meminta SBY untuk meninjau ulang kue koalisi dalam eksekutif atau meminta dilakukan reshufle kabinet. Tekanan politikus partai demokrat tentu didasari oleh kekecewaan mereka terhadap komitmen koalisi dan keraguan mereka terhadap laju perahu koalisi ke depan. Para politikus partai demokrat meminta SBY untuk meninjau ulang kue koalisi dalam eksekutif atau meminta dilalukan reshufle kabinet. Keputusan SBY tentu amat dinantikan para penggiat demokrasi. Keputusan tersebut tentu akan berimplikasi terhadap citra partai demokrat. Apakah akan legowo terhadap adanya perbedaan atau menunjukan watak arogansinya sebagai partai pemenang pemilu?

Sedangkan dalam polemik dana aspirasi, publik disuguhkan oleh terjadinya perbedaan pendapat dalam tubuh koalisi. Perbedaan pendapat dalam bangunan demokrasi memang sesuatu yang lumrah. Akan tetapi, sebaiknya perbedaan dalam tubuh koalisi diselesaikan terlebih dahulu di dalam internal koalisi, bukan terlihat di luar permukaan. Perbedaan pendapat antara partai golkar dan beberapa partai koalisi memperlihatkan secara kasar belum terbangunnya kesamaan visi dan misi koalisi. Selain itu, hal tersebut juga memperlihatkan begitu besarnya daya tawar (bargaining power) partai golkar sehingga berani bertentangan dengan pendapat anggota koalisi yang lain. Melihat fenomena tersebut tentu publik disuguhkan sebuah kebesaran jiwa elite-elite politik dalam membentuk budaya demokratis yang kondusif. Juga menjadi pertanyaan kepada publik, bagaimana bangunan koalisi dan oposisi yang sesuai dengan budaya demokrasi yang baik?

Membangun Budaya Demokrasi

Dalam ruang demokrasi, budaya demokrasi (culture democratic) menjadi faktor penting dalam menjamin keberlangsungan demokrasi. Budaya yang merupakan kebiasaan berulang-ulang dan menghasilkan pola yang dihayati bersama, akan memperkuat bangunan demokrasi. Budaya demokrasi seperti menghargai perbedaan, komunikasi dua arah, menerima kekalahan, memiliki nilai-nilai dalam membangun masyarakat demokratis (building society democratic).

Demokrasi yang dijalankan tanpa pertumbuhan budaya demokrasi, hanya akan menimbulkan proses menuju anarkhi. Ekses seperti ini dapat kita jumpai pada saat proses pilkada dengan maraknya kerusuhan. Budaya demokrasi yang belum terbangun secara sempurna, menciptakan ruang bagi munculnya pragmatisme dan fanatisme dalam proses demokrasi. Nilai-nilai yang terdapat dalam budaya demokrasi, menjadi tiang fondasi bagi kokohnya proses konsolidasi demokrasi.

Menimbulkan budaya demokrasi, tentu bukan seperti menunggu hujan turun dari langit. Perlu ada proses penyadaran politik secara aktif kepada masyarakat, baik itu oleh infrastruktur politik atau suprastruktur politik,

Transformasi kesadaran politik, akan memunculkan aktifitas riil setiap orang atau masyarakat secara implisit dalam pola tingkah laku masyarakat. Menurut Gramsci, perlu adanya reformasi moral dan intelektual dan transformasi sosial yang dilakukan oleh intelektual organik (organic intelektuals). Reformasi moral dan intelektual, akan menjadi kesepakatan kolektif dalam dinamika masyarakat. Nilai-nilai yang muncul akibat dari proses transformasi kesadaran politik, akan teraktualisasi dalam setiap perilaku individu secara berulang-ulang dan kontinuitas, maka aktualisasi individu diterima sebagai budaya demokrasi. Nilai-nilai budaya demokrasi yang termanifetasikan dalam bangunan otopraksis, akan menjadi simpul-simpul konsolidasi demokrasi serta kohesi persatuan dan kesatuan.

Koalisi Visioner dan oposisi demokratik

Kontestasi dalam proses demokrasi menimbulkan garis demakarsi antar kubu kontestan-kontestan proses demokrasi. Garis pemisah terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan, baik sifatnya pragmatis, yaitu perbedaan kepentingan atau secara lebih fundamental, yaitu perbedaan ideologi.

Sudah menjadi keniscayaan, bahwa demokrasi itu memunculkan perbedaan. Namun perbedaan itu harus dimaknai dan diproses secara bijaksana agar menimbulkan nilai positif. Perbedaan harus disandingkan dengan budaya kebersamaan dalam kerangka persatuan dan kesatuan. Warna-warni perbedaan harus menjadi keindahan bagi pelangi demokrasi.

Secara lebih khusus dan derivatif, kontestasi dalam proses demokrasi (pemilu) menimbulkan polarisasi antara kubu pemerintahan (koalisi) di satu sisi, dengan kubu diluar pemerintahan (oposisi). Dalam sistem presidensial yang disandingkan dengan pola multipartai seperti di Indonesia, kubu pemerintahan dapat dibangun dibawah kerangka koalisi. Sistem multipartai dalam proses pemilihan dapat menghasilkan pemenang yang bersifat lemah (weak winner). Pemenang seperti ini tentu membutuhkan partner dalam perahu koalisi, agar pemerintahan tahan terhadap dinamika proses politik yang tidak selalu linier. Pemerintahan koalisi disusun dengan tujuan menjaga stabilitas pemerintahan dalam menjalankan program-program pemerintahan.

Membangun sebuah koalisi, tentu harus dilandasi atas dasar kesamaan visi misi / konsep dalam membuat kebijakan (making policy). Inilah yang dinamakan dengan koalisi visioner atau koalisi yang terbentuk dari pijakan kesamaan visi dan misi. Koalisi visioner terbentuk agar mengeleminir adanya koalisi pragmatis atau koalisi bagi-bagi kue dan koalisi buta (blind coalition). Kedua koalisi tersebut dapat merusak bangunan demokrasi. Koalisi pragmatis adalah koalisi yang terbentuk atas dasar bagi-bagi kepentingan. Koalisi ini tentu tidak memiliki visi-misi yang jelas, serta tidak menjamin stabilitas pemerintahan karena bersifat cair. Koalisi pragmatis juga menimbulkan berbagai transaksi-transaksi politik yang bersifat koruptif atau kesepakatan ruang hitam (black room deal).

Sedangkan, koalisi buta (blind coalition) adalah juga koalisi tanpa didasari visi misi yang jelas, hanya berdasarkan kedekatan anggota koalisi semata. Koalisi seperti ini membuat semua kebijakan pemerintahan sebagai sesuatu kebenaran mutlak tanpa didasari landasan visi misi terlebih dahulu. Proses dialektika terhadapa kebijakan pemerintah tidak terdapat dalam koalisi seperti ini.

Dalam negara demokrasi, keberhasilan sebuah pemerintahan tidak hanya ditunjang dari sisi koalisi semata. Keberadaan oposisi yang berfungsi dalam melakukan kritik, kontrol dan memberikan saran kepada pemerintahan diyakini adalah keharusan dalam sistem demokrasi.

Oposisi diharapkan mampu menjadi penyeimbang rezim atau partai yang berkuasa dalam pemerintahan (eksekutif) agar tidak bertindak sewenang-wenang, karena jika perbuatan sewenang-wenang dibiarkan, demokrasi akan kembali masuk ke dalam jeruji otoritarianisme.

Dalam hal beroposisi, maka dibutuhkan oposisi demokratik untuk menunjang keberhasilan kebijakan pemerintahan. Oposisi demokratik adalah oposisi yang menjadi wadah alternatif rakyat untuk menilai kebijakan-kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, dalam melakukan koreksi atau kritik terhadap kebijakan pemerintah, oposisi demokratik harus memberikan alternatif gagasan sebagai sebuah solusi kepada rakyat. Kritik, koreksi dan saran oposisi demokratik terhadap pemerintah harus menjadi wahana pendidikan politik kepada rakyat, bukan didasarkan kepada kebencian semata atas kekalahan atau sebagai 'kegenitan politik' untuk meminta posisi kepada pemerintah. Pendidikan politik diberikan oleh oposisi demokratik agar rakyat paham hak dan kewajiban nya dalam demokrasi, serta menimbulkan sikap aktif kepada rakyat dalam menentukan nasib.

Jika oposisi hanya dimaknai sebagai 'asal beda' dengan pemerintah atau ruang bagi meminta konsesi politik, maka sistem demokrasi akan terjerat dalam fatamorgana demokrasi. Sistem demokrasi hanya menjadi ilusi untuk menyenangkan hati rakyat. Sesungguhnya demokrasi hanya menjadi topeng untuk elite-elite politik sebagai ajang bagi-bagi kekuasaan. Kedaulatan rakyat yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa akan menguap oleh waktu. Semoga saja itu tidak terjadi. Semoga elite politik dan rakyat pada umumnya sadar akan perannya masing-masing dalam dinamika politik.

Oleh : Aditya Nugraha Iskandar
Sekjen Iskandar Centre

Bambu

Posted Posted by Iskandar centre in Comments 1 komentar

BAMBU

Bercandalah kita dengan bambu itu..
Angin itu ikut bercanda..
Air hanya mengitari
Sedikit bias sinar pun mengusik masuk
Lewat sela dia biaskan gelap..
Daun ikut bercanda lewat dentum jatuh.
Ikut ke kiri dan ke kanan, tetap kuat dia berpijak
Bambu itu keras
Rongga didalam membiarkan udara masuk
Memperkosa setiap jengkal ruas
Sungguh acuh mereka di siang hari
Kemudian menjadi perhatian pada malamnya
Bambu selalu tumbuh
Yang dia tahu keatas,
Tak di biarkan ilalang setara dengannya..
Tidak seperti padi yang menunduk
Bambu tegak kekiri atau kekanan
Dia biarkan dirinya dibedaki jamur
Bambu tidak peduli,
Karna yang dia tahu hanya tumbuh tinggi..

Jakarta,Mei 2010 *karya puisi bang oyong*